Kasus Dugaan Asusila Kadus Kalilandak, Puluhan Warga Minta Klarifikasi
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- visibility 135
- comment 0 komentar

Kepala Desa Kalilandak, Slamet Mujiono, membenarkan adanya gejolak di masyarakat terkait isu tersebut

Kepala Desa Kalilandak, Slamet Mujiono, membenarkan adanya gejolak di masyarakat terkait isu tersebut
MEDIAPURBALINGGA.COM, BANJARNEGARA – Seorang Kepala Dusun berinisial A di Desa Kalilandak, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, diduga terlibat hubungan asmara dan tindakan tidak pantas terhadap seorang siswi SMK yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Informasi tersebut mencuat dan memicu kemarahan warga, hingga akhirnya puluhan warga mendatangi Balai Desa Kalilandak pada Senin (8/12/2025) untuk meminta klarifikasi serta menuntut A mundur dari jabatannya. Kejelasan resmi dijadwalkan disampaikan pemerintah desa pada Selasa (9/12/2025).
Dugaan perilaku amoral tersebut telah menyebar luas di masyarakat sejak beberapa hari terakhir. Warga menilai tindakan yang dituduhkan kepada A sangat mencoreng nama baik desa, apalagi karena korban merupakan pelajar yang sedang bertugas atas izin resmi sekolah.
Respons Pemerintah Desa
Kepala Desa Kalilandak, Slamet Mujiono, membenarkan adanya gejolak di masyarakat terkait isu tersebut. Ia menyebut warga telah menunjukkan sejumlah bukti yang membuat situasi semakin memanas.
“Pemerintah desa merasa tercoreng. Terduga adalah perangkat desa, sementara korbannya adalah anak sekolah yang PKL di desa kami. Namun hingga saat ini, terduga belum mau mengakui, meskipun masyarakat sudah menunjukkan bukti-bukti yang mereka miliki,” ujar Slamet, Senin (8/12/2025).
Slamet menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan tinggal diam bila dugaan tersebut terbukti. Ia bahkan menyebut opsi pengunduran diri sebagai langkah yang akan direkomendasikan kepada A.
“Kalau benar terbukti, kami sangat malu kepada masyarakat. Jika masalah ini tidak selesai, kami akan koordinasi dengan Camat Purwareja Klampok. Dan bila terbukti, saya akan menyarankan agar yang bersangkutan mengundurkan diri, sesuai tuntutan warga,” imbuhnya.
Tuntutan Warga dan Ormas Pendamping
Warga yang datang ke balai desa turut didampingi oleh Ormas Pemuda Pancasila. Mereka menegaskan bahwa tuntutan utama adalah kejelasan dan sikap tegas dari pemerintah desa terhadap terduga pelaku.
“Kami datang bersama Pemuda Pancasila untuk meminta kejelasan terkait dugaan perbuatan cabul itu. Bukti yang kami sampaikan seharusnya cukup membuat terduga tidak bisa mengelak. Tuntutan kami jelas: yang bersangkutan harus mundur dari jabatan Kadus,” tegas perwakilan warga, Yoga Adi Pratama.
Karena situasi terus memanas dan warga kian berdatangan, pemerintah desa memutuskan bahwa jawaban resmi akan diberikan pada Selasa (9/12/2025). Warga dan perwakilan Pemuda Pancasila sepakat menunggu keputusan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, A belum memberikan pengakuan atas tuduhan yang disampaikan warga. Pemerintah desa masih mengumpulkan keterangan sebelum menyampaikan sikap resmi.
- Penulis: admin



















Saat ini belum ada komentar