Ketegangan di SMPN 1 Bumiayu Reda Setelah Guru Akui Kesalahan
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- visibility 14
- comment 0 komentar

SMPN 1 Bumiayu sempat diguncang aksi penolakan dari sejumlah murid, guru, hingga wali murid terkait penunjukan Ina sebagai Plt Kepala Sekolah

SMPN 1 Bumiayu sempat diguncang aksi penolakan dari sejumlah murid, guru, hingga wali murid terkait penunjukan Ina sebagai Plt Kepala Sekolah
MEDIAPURBALINGGA.COM, BREBES – Polemik di SMP Negeri 1 Bumiayu akhirnya mencapai titik damai setelah empat guru yang sebelumnya menolak kehadiran Ina Purnamasari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Video berisi permintaan maaf tersebut beredar luas di WhatsApp dan menjadi perhatian publik sejak awal pekan ini.
Pernyataan maaf itu disampaikan oleh Adi Waluyo bersama tiga guru lainnya. Mereka meminta maaf kepada Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala Dindikpora Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta kepada Ina Purnamasari selaku Plt Kepala Sekolah. Selain itu, mereka menegaskan menerima kembali Ina untuk memimpin SMPN 1 Bumiayu.
Kepala Dindikpora Brebes, Sutaryono, membenarkan adanya islah tersebut. Ia menilai polemik yang terjadi merupakan bagian dari dinamika internal sekolah. Menurutnya, penyelesaian secara damai menjadi langkah positif untuk memulihkan suasana belajar dan mengajar.
Pernyataan Pihak Terkait
Sutaryono menegaskan bahwa langkah damai yang ditempuh seluruh pihak menunjukkan kedewasaan dalam menyelesaikan persoalan organisasi. Ia berharap situasi kondusif dapat terus terjaga sehingga fokus utama sekolah kembali pada peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, Ina Purnamasari memastikan telah kembali aktif berkantor sejak 1 Desember 2025. Ia menanggapi polemik yang sempat mencuat itu dengan sikap tenang dan bijak. Menurutnya, kegaduhan yang terjadi tidak perlu dibesar-besarkan.
“Saya memaafkan mereka dengan tulus,” ungkap Ina Purnamasari saat menjelaskan sikapnya terhadap para guru yang sebelumnya menolak kehadirannya.
Ina menilai dinamika yang muncul merupakan bentuk kenakalan yang membutuhkan perhatian lebih, baik dari pihak sekolah maupun stakeholder pendidikan lainnya.
Latar Belakang Polemik
Sebelumnya, SMPN 1 Bumiayu sempat diguncang aksi penolakan dari sejumlah murid, guru, hingga wali murid terkait penunjukan Ina sebagai Plt Kepala Sekolah. Ketegangan meningkat ketika empat guru yang diduga menjadi penggerak aksi siswa diusulkan untuk dimutasi oleh komite sekolah.
Situasi memanas tersebut berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, hingga akhirnya mediasi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan yang baru. Proses mediasi berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan damai antara semua pihak.
Dengan tercapainya islah ini, seluruh elemen sekolah diharapkan dapat kembali fokus pada kegiatan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan tanpa gangguan isu internal. Pemerintah Kabupaten Brebes juga mengimbau agar seluruh sekolah menjaga komunikasi dan koordinasi untuk menghindari persoalan serupa di kemudian hari.
- Penulis: admin












Saat ini belum ada komentar