Pemuda di Cilacap Meninggal Diduga Overdosis Zolam
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 42
- comment 0 komentar

MEDIAPURBALINGGA.COM, CILACAP – Seorang pemuda berinisial BD (28) dari Desa Cikelapa, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, meninggal dunia setelah diduga mengalami overdosis obat terlarang jenis Zolam pada Selasa (24/11/2025). Korban dilaporkan menelan enam butir obat tersebut yang dibeli dari kawasan Jembatan Dua Pasar Rebuan – Sidareja sebelum akhirnya mengalami kondisi kritis dan tidak tertolong.
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa BD mengalami penurunan kesadaran setelah mengonsumsi obat itu. Kondisinya yang semakin memburuk membuat keluarga bergegas membawanya ke Rumah Sakit Aqisna untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi dari orang tua korban, BD membeli obat yang diduga Zolam di wilayah Pasar Rebuan – Sidareja. Tidak lama setelah menelan enam butir pil, korban mengalami gejala overdosis. Keluarga panik dan membawa BD ke Rumah Sakit Aqisna dengan harapan mendapat pertolongan cepat.
Pihak rumah sakit dilaporkan tidak dapat memberikan penanganan optimal karena kondisi korban sudah terlalu parah. Keluarga akhirnya memutuskan membawa BD kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, kondisi korban semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Anak saya sempat kami bawa ke rumah sakit, tapi tidak sanggup ditangani karena sudah terlanjur mengonsumsi obat terlarang itu,” ujar orang tua korban saat ditemui, Selasa (24/11/2025).
Desakan Keluarga kepada Aparat Penegak Hukum
Kematian BD memunculkan desakan kuat dari keluarga dan warga sekitar agar aparat penegak hukum segera bertindak. Mereka meminta kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) memperketat pengawasan serta memberantas peredaran obat terlarang di wilayah Kabupaten Cilacap.
“Kami masyarakat mohon, berantas pengedar obat-obat terlarang di wilayah Kabupaten Cilacap. Jangan sampai ada korban berikutnya, apalagi ini menyangkut anak-anak, tunas bangsa,” ungkap orang tua korban dengan nada pilu.
Warga menilai peredaran obat terlarang di Sidareja dan sekitarnya bukan hal baru. Kasus ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat terkait risiko penyalahgunaan obat-obatan yang dijual secara ilegal tanpa pengawasan medis.
Tindak Lanjut dan Harapan Warga
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penelusuran jaringan pengedar yang diduga memasok obat tersebut. Warga berharap tragedi ini dapat menjadi momentum bagi aparat untuk meningkatkan operasi pemberantasan dan penyelidikan secara menyeluruh.
Masyarakat juga mengharapkan pemerintah daerah dan instansi terkait memperkuat edukasi tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang, terutama kepada generasi muda yang rentan terhadap pengaruh pergaulan berisiko.
- Penulis: admin












Saat ini belum ada komentar