Bupati Purbalingga Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Kinerja
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- visibility 137
- comment 0 komentar

Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga

Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga
MEDIAPURBALINGGA.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Pelantikan yang dirangkaikan dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Tahun Anggaran 2026 ini digelar di Pendopo Dipokusumo, Jumat (2/1), sebagai upaya memperkuat birokrasi dan kinerja pemerintahan daerah.
Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah berjalan lebih efektif, terarah, serta berdampak nyata bagi masyarakat pada tahun mendatang.
Enam pejabat yang dilantik terdiri atas lima pejabat hasil Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat melalui mekanisme perpindahan jabatan. Proses ini menegaskan komitmen Pemkab Purbalingga dalam menerapkan prinsip profesionalisme dan sistem merit dalam pengisian jabatan strategis.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Adapun pejabat yang resmi dilantik yakni Pandi, S.Sos. sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum dan Sumber Daya Manusia. Selain itu, Nugroho Priyo Pratomo dipercaya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Imam Khasbulah dilantik sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Sementara itu, Dwi Mulyatno mengemban amanah sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Selanjutnya, Heru Sri Wibowo menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), serta Drajat Uji Wakhyono dipercaya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Tantangan Pembangunan dan Tuntutan Kinerja
Dalam sambutannya, Bupati Fahmi Muhammad Hanif menegaskan bahwa tantangan pembangunan Kabupaten Purbalingga ke depan masih cukup besar dan kompleks. Kondisi tersebut menuntut seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih efektif, optimal, dan berorientasi pada hasil.
“PR kita masih banyak. Masih diperlukan berbagai perbaikan dan optimalisasi kerja agar ke depan pemerintahan bisa berjalan lebih efektif dan berdampak langsung,” ujar Fahmi dalam sambutannya, Jumat (2/1).
Menurut Fahmi, seluruh aktivitas pemerintahan harus difokuskan pada percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menilai integritas, profesionalisme, dan kolaborasi lintas OPD menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai persoalan daerah.
“Objektifnya jelas, yaitu memajukan Kabupaten Purbalingga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Penilaian Berbasis Meritokrasi
Lebih lanjut, Bupati Fahmi menekankan bahwa profesionalisme, performa kerja, dan prinsip meritokrasi akan menjadi dasar utama dalam penilaian aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Evaluasi kinerja pejabat, kata dia, akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
Evaluasi tersebut bertujuan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian kinerja agar seluruh pejabat mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal serta selaras dengan target pembangunan daerah.
Selain itu, Fahmi memastikan bahwa pengisian jabatan struktural yang masih kosong akan segera dilakukan. Langkah ini ditempuh agar seluruh SKPD dapat bekerja secara optimal dan tidak terjadi stagnasi dalam pelayanan publik.
“Orang-orang yang mampu menunjukkan kinerja terbaik akan kita tempatkan pada posisi terbaik,” pungkas Fahmi.
Melalui penataan jabatan yang lebih profesional dan peningkatan kinerja aparatur, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
- Penulis: admin



















Saat ini belum ada komentar