Tim Trauma Healing Pulihkan Keceriaan Anak di Cilacap dan Banjarnegara
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 22 Nov 2025
- visibility 43
- comment 0 komentar

MEDIAPURBALINGGA.COM, BANJARNEGARA – Tim Trauma Healing Polda Jateng kembali menghidupkan tawa anak-anak di lokasi pengungsian korban bencana tanah longsor di Cilacap dan Banjarnegara, Jumat (21/11/2025). Melalui pendampingan psikologis dan berbagai aktivitas bermain, upaya pemulihan dilakukan untuk mengurangi rasa takut serta membantu para penyintas, khususnya anak-anak, kembali merasa aman.
Suasana ceria tampak di halaman balai desa dan sejumlah tempat pengungsian lainnya. Anak-anak yang sebelumnya terlihat murung mulai tersenyum saat mengikuti sesi permainan, menggambar, dan kegiatan interaktif bersama petugas. Program ini melibatkan konselor dari Polresta Cilacap, Polres Banjarnegara, dan Polres Pekalongan Kota.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng AKBP Ahli Rumekso menyampaikan bahwa sejak pagi tim telah menyebar ke berbagai titik pengungsian di wilayah Pandanarum. Kegiatan yang berlangsung mencakup observasi, pemetaan perilaku penyintas, sesi berbagi, serta pendampingan psikologis secara langsung.
Adapun lokasi kegiatan meliputi GOR Balai Desa Beji, Gedung PKU Muhammadiyah, dan PLKB Pandanarum. Para personel terlihat membaur dengan anak-anak melalui pendekatan sederhana namun efektif, seperti sapaan hangat, permainan kelompok, hingga aktivitas kreatif yang memunculkan kembali rasa aman.
Kegiatan Trauma Healing di Cilacap
Di wilayah Cilacap, Tim Konselor Polresta Cilacap menggelar kegiatan serupa di MTs Pesantren Pembangunan Desa Cibeunying serta RSUD Majenang. Anak-anak diajak bermain, bergerak, dan berkreasi untuk meredakan ketegangan psikologis akibat situasi bencana.
Melalui aktivitas motorik ringan dan permainan kelompok, para petugas berupaya membantu anak-anak memproses rasa takut dengan cara yang positif dan sesuai usia. Pendekatan tersebut disambut baik oleh para pengungsi yang melihat perubahan suasana anak-anak mereka.
AKBP Rumekso menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi darurat. Pendampingan psikologis bagi mereka menjadi bagian penting dari pemulihan keseluruhan pascabencana.
“Melalui pendekatan bermain dan komunikasi positif, kami berupaya menumbuhkan rasa aman dan memulihkan kembali keceriaan mereka,” ujar AKBP Rumekso, Ketua Tim Trauma Healing Polda Jateng.
Pernyataan Resmi Polda Jateng
Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memberikan apresiasi atas dedikasi personel di lapangan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri menghadirkan layanan yang menyentuh seluruh aspek pemulihan korban bencana.
“Kami ingin memastikan pemulihan pasca bencana berlangsung seutuhnya. Polri akan terus bersinergi dengan berbagai elemen, memberikan pendampingan, serta menghadirkan pelayanan yang humanis agar masyarakat kembali merasa aman dan percaya diri,” tandasnya.
Hingga saat ini kegiatan trauma healing masih terus berlanjut di sejumlah titik pengungsian. Tim gabungan melakukan pemantauan dan pendampingan lanjutan untuk memastikan proses pemulihan psikologis anak-anak dan seluruh penyintas berjalan optimal.
—
- Penulis: admin












Saat ini belum ada komentar